adplus-dvertising

Kendari Undercover: Menyelusuri Maraknya Prostitusi Online Via MiChat

Ahmad Sadar, telisik indonesia
Minggu, 22 November 2020
8698 dilihat
Kendari Undercover: Menyelusuri Maraknya Prostitusi Online Via MiChat
Maraknya Prostitusi Online via MiChat. Foto: Repro Tribunnews.com

" Kalau di hotel aman kak. Saya selalu mangkal di sana. Kalau kita mau tinggal datang saja. "

KENDARI, TELISIK.ID - Prostitusi online via aplikasi MiChat kian menjamur di Kota Kendari, penggunanya pun didominasi para wanita.

Sebagian pengguna aplikasi tersebut memberikan berbagai tawaran cinta yang menjurus ke transaksi seksual di dalamnya.

Dalam melancarkan aksinya, para wanita penjajak cinta ini sengaja menampilkan foto seksi untuk menarik para pelangganya.


Salah satu wanita penjajak cinta di aplikasi MiChat, Winda (Nama disamarkan) mengaku banyak dari teman seprofesinya yang mejalankan bisnis melalui aplikasi tersebut.

Dari penelusuran tim Telisik.id, gadis yang masih berusia 24 tahun itu tampak menuliskan booking order (BO) dalam status Michatnya. Hingga akhirnya, tim pun mencoba melakukan pendalaman perihal bisnis prostitusi online ini dengan masuk sebagai penggunanya.

Saat mengirim pesan singkat berbentuk pertanyaan booking order atau Open BO, Winda pun langsung menyebut jumlah bayaran sesuai durasi untuk menikmati kemolekan tubuhnya.

Baca juga: Kendari Undercover: Aksi Plus-plus di Balik Tirai Panti Pijat

"Rp 800 ribu untuk long time dan Rp 300 ribu untuk short time," jelas Winda dalam pesan MiChatnya. Sabtu (21/11/2020).

Selain itu, Winda yang berasal dari luar Kota Kendari ini pun melanjutkan dengan mengirimkan lokasi hotel tempat ia biasa bermain cinta bersama pelangganya.

"Kalau di hotel aman kak. Saya selalu mangkal di sana. Kalau kita mau tinggal datang saja," ajaknya.

Winda juga menjelaskan sudah hampir dua tahun ia melakukan praktik prostitusi online. Menurutnya, banyak keuntungan yang dia dapat dengan transaksi seksual melalui aplikasi MiChat.

Selain itu, sejumlah wanita penjajak cinta yang bertrasaksi melalui aplikasi ini juga menyiapkan kos-kosan bagi para pelangganya, seperti yang dilakukan Sinta (nama disamarkan).

Baca juga: Kendari Undercover: Pengakuan PSK yang Punya Pelanggan Tetap Pengusaha

Sinta mengaku, jika ia selalu melayani pelangganya di kos-kosannya sendiri.

"Tidak apa-apa, di kosku itu bebas dan murah, hanya Rp 250 ribu satu kali main," ucapnya.

Wanita yang masih berusia 27 tahun  ini kembali mengaku kebanyakan pelangganya yaitu seorang mahasiswa hingga para pekerja swasta.

Setelah itu, tim pun juga mencoba melakukan pencarian pertemanan yang terdapat pada pilihan aplikasi MiChat ini.

Setelah hasil pencarian itu muncul, tim pun dibuat geleng-geleng kepala. Pasalnya, dalam penyelusurannya, hampir semua pengguna dalam aplikasi MiChat ini didominasi wanita dengan menuliskan status BO, pijat, dan lain-lainnya yang menjurus ke transaksi seksual. (A)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga