Konsumsi Miras Ganggu Intensitas Hubungan Intim, Berikut Penjelasan Medisnya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 26 Juni 2026
0 dilihat
Konsumsi minuman beralkohol dapat menurunkan respons seksual, memengaruhi saraf, hormon, serta aliran darah tubuh. Foto: Repro Dephositphoto
" Alkohol merupakan zat depresan yang bekerja menekan fungsi sistem saraf pusat "

JAKARTA, TELISK.ID - Konsumsi minuman beralkohol atau miras sering dikaitkan dengan peningkatan rasa percaya diri dalam situasi sosial, termasuk aktivitas intim.
Namun secara medis, alkohol merupakan zat depresan yang bekerja menekan fungsi sistem saraf pusat, sehingga memengaruhi berbagai respons tubuh, termasuk respons seksual pada pria maupun wanita.
Dalam kajian kesehatan, alkohol memengaruhi komunikasi antara otak dan organ reproduksi melalui jalur saraf. Gangguan pada proses penghantaran sinyal ini menyebabkan penurunan respons terhadap rangsangan seksual.
Kondisi tersebut dapat muncul dalam waktu singkat setelah konsumsi, maupun berkembang pada penggunaan yang berulang dalam jangka panjang.
Pengaruh pada Sistem Saraf dan Respons Tubuh
Melansir Halodoc, Jumat (26/6/2026), alkohol memengaruhi pelepasan neurotransmiter, yaitu zat kimia yang berperan dalam penghantaran sinyal di sistem saraf. Perubahan ini menyebabkan perlambatan respon tubuh terhadap rangsangan, termasuk pada area yang berkaitan dengan fungsi seksual.
Selain itu, sensitivitas saraf pada organ sensorik juga dapat menurun. Akibatnya, rangsangan yang diterima tubuh tidak diproses secepat kondisi normal, sehingga respons fisik menjadi lebih lambat.
Baca Juga: Hubungan Intim di Malam Ramadan, Ini Jadwal Sehat yang Dianjurkan Pasangan Suami Istri
Alkohol juga dapat memicu dehidrasi. Kondisi ini berpengaruh pada penurunan volume cairan dalam tubuh, termasuk darah, yang berperan penting dalam sirkulasi menuju organ reproduksi.
Dampak pada Pria
Pada pria, konsumsi alkohol dapat memengaruhi kemampuan ereksi. Gangguan ini terjadi akibat berkurangnya aliran darah menuju jaringan erektil serta penurunan respons saraf terhadap rangsangan seksual.
Selain itu, alkohol juga dapat memengaruhi proses ejakulasi. Kondisi yang muncul dapat berupa keterlambatan ejakulasi atau kesulitan mencapai ejakulasi.
Pada penggunaan jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan dapat berkaitan dengan penurunan kadar hormon testosteron yang berperan dalam fungsi reproduksi pria.
Dampak pada Wanita
Pada wanita, alkohol dapat menurunkan sensitivitas saraf yang berperan dalam respons seksual, termasuk kemampuan mencapai orgasme. Penurunan ini juga dapat disertai berkurangnya pelumasan alami akibat dehidrasi tubuh.
Selain itu, konsumsi alkohol dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron. Perubahan kadar hormon tersebut dapat berdampak pada siklus menstruasi serta penurunan gairah seksual secara bertahap.
Pengaruh terhadap Kesuburan
Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol dapat berdampak pada fungsi reproduksi dan kesuburan. Pada pria, kualitas sperma dapat menurun, baik dari jumlah, bentuk, maupun kemampuan bergerak.
Sementara pada wanita, alkohol dapat mengganggu proses ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium. Gangguan ini dapat memengaruhi peluang terjadinya pembuahan secara alami.
Baca Juga: Wanita Dipaksa Hubungan Intim dengan Pria Berkebutuhan Khusus, Ditonton Langsung Ibu Mertua Kebelet Cucu
Langkah Pencegahan
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan seksual dan reproduksi meliputi:
1. Menghindari konsumsi alkohol sebelum aktivitas seksual maupun dalam kehidupan sehari-hari;
2. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan air putih yang cukup;
3. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga fungsi organ tubuh;
4. Melakukan aktivitas fisik secara rutin;
5. Mengelola stres agar keseimbangan hormon tetap terjaga;
6. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau kondisi reproduksi.
Secara medis, alkohol dapat memengaruhi sistem saraf, sirkulasi darah, dan keseimbangan hormon yang berperan dalam fungsi seksual. Pemahaman terhadap dampak tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi melalui pola hidup yang lebih teratur dan terkontrol. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS